Perjalanan Panjang nan Melelahkan 2


Dan perjalanan pun akan di mulai. Bus kecil ini sudah di penuhi dgn penumpang yang memiliki tujuan masing-masing. Entah aku menyebutnya beruntung atau sial, di samping aku duduk seorang cewek lumayan manis pula’, dan itu membuat aku harus untuk tidak merokok sepanjang perjalanan ku menuju rumah nenek.

Oh.. Tuhan Sabarkan hambaMu ini…!!

Dan 5 menit berselang bus kecil yang kutumpangi pun memulai perjalanannya sementara aku mengalami sempitnya tempat duduk yang kududuki (Emang  aku kurus tapi gak segini juga perlakuan terhadap orang kurus. Ini namanya diskriminasi, aku ga terima *bakar-bakar ban*  . Perjalanan di mulai melewati tol ke kota tanjung morawa. Di awal perjalanan pulang kampung aku ada anak kecil yang duduk di belakang aku dan sedikit hiperaktif gitu teriak2, loncat2, joget2, nari jaipongan pun. Aku berani taruhan gak sampai 15 menit anak kecil tersebut bakalan diam.

Tapi gk perlu nunggu lama hingga 15 menit 5 menit kemudin tuh bocah udah tepar.

Bwahahaha……….!!!! —-> (jin botol ,menang togel)

Btw supir yang mengendarai bus kami ini sudah berumur, aku perkirakan sekitar 60an ataupun akhr 50, itu keliatan dr rambut-rambut putih yang menghiasi kepalanya, badannya yang agak gemuk dan perutnya yang gak rata (kayak aku) lagi. Di perjalanan menuju lubuk pakam sebagian kecil penumpang kelihatan tertidur, keluarga si anak kecil yg duduk di belakangku makan cemilan yang di bawanya, sebagian lagi bengong kayak orang bego, sementara satu orang bego menulis perjalanan yang di alaminya di hape bututnya. (siapa tuh orang, ada ya org aneh kyk gtu..!?)

ok kembali ke cerita

Perjalanan aku sempat mengalami macet di daerah Rampah. Aku jadi heran ini kan udah arus balik seharusnya arus dari medan ke tebing itu gak macet, ini kok mlah macet dan pas aku liat arus sebaliknya malahan lancar aman sentosa.

 “Apakah banyak orang yang telat mudik kayak aku ?.”



Belom lagi kebasnya kaki ku yang aku rasakan semakin lama semakin parah. “Ya Allah berikanlah pengertian kepada kakak-kakak manis ini untuk sekiranya mau  bergeser  sedikit saja sehinngga aku enggak kesiksa gini” hatiku berdoa dengan tulus. Tapi dasar aku emang jarang sholat jadi doa aku dibalas Allah dengan sebaliknya. Kakak yang manis itu malah kelihatannya gak peduli dan dia pun dengan tentramnya tidur. Aku jadi galau.

Demi menghilangkan rasa kebas di kakiku, aku milih buat tidur di sisa perjalanan. 20menitan kemudian aku terbangun. Niatnya sih pengen ngabaikan rasa kebas dikaki, tapi yang ada malah kebangun gara-gara kebas di kaki aku. “Ya Alloh kuatkan hambaMu ini”. Dan di sisa perjalanan ini. Aku menderita kebas yang teramat.iris kali nasib aku kali ini.

Dan seperti petuah yang sering menguatkan orang sabar ” Orang sabar disayang Tuhan”. Memasuki kota tebing tinggi seorang ibu yang duduk satu deretan dengan aku   turun karena,karena..eh karena ibu itu sudah sampai ditujuannya. Dan tempat duduk aku sedikit lebih lapang dan kakiku pun mulai hilanglah kebas di kaki ini sedikit demi sedikit.

Dan gak lama setelah itu penumpang yang duduk di depan bus turun. Tanpa berfikir panjang aku milih buat pindah buat duduk di depan supaya,apalagi kalo bukan ambil si putih dari sarangnya kemudian ngebakarnya.

Dan gak lama setelah itu (lagi) akupun sampai pada tujuan aku. Rumah nenek aku.  Dengan penderitaan yang kualami akhirnya aku bisa sampai dengan selamat. Menuju rumah nenek aku tercinta. Alhamdulillah.

Btw nih nenek aku dapetnya dari facebook sepupu aku


Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: