Bersih-Bersih (itu) Bikin Capek


Sebenarnya postingan ini diambil dari blogspot aku. Tapi karena aku udah niat buat pindah ke wordpress makanya beberapa tulisan aku yang dari blogspot  kupindahkan ke blog wordpress aku. Untuk mempersingkat waktu dan menghemat karakt silahkan membaca
_____________________________________________________________________________________________________
Pada tanggal 3 agustus 2010 bertepatan pada puasa yang ketiga dan pada hari rabu adalah hari yang teramat sangat melelahkan bagi kami sekeluarga (tidak termasuk adek ku yang paling bontot) beserta beberapa orang pekerja mamak ku. Karena pada hari itu kami beres-beres kios lebih tepatnya bongkar-bongkar kios jualan kami. Mamak aku seorang pedagang kaki lima yang mana kios mamak aku itu ngejualin sepatu dan selop. Kiosnya berada di jalan stadion teladan/jalan gedung arca bersebalahan dengan sebuah universitas swasta (ea..sekalian promosi gak papa kan. Hehe…) .

                Nah…!! Pas pada tanggal tersebut diatas, mamak aku memeberikan tugas pada kami semua (aku, adek-adek aku, beserta 3 orang yang bekerja pada mamak aku. Ingat …! Tidak termasuk adek aku yang bontot) buat beres-beresin kios kami itu. Kios kami itu udah lha kecil mana barangnya penuh lagi , malah menghasilkan tumpukan-tumpukan barang lama yang udah gak kejual menjadi sarang tikus (enak kali tikus itu, udah tinggal gratisan, buat jorok lagi). Bagi yang sodaraan sama tikus sadarin lha saudara kalian tersebut supaya gak buat jorok dimana-mana.
                Ritual pembersihan (lebih tepatnya sih pembongkaran ) pun dimulai. Pembongkaran pada bungkusan pertama dilakukan oleh adek aku. Sukses…!! Dia membongkar dengan baik tapi karena bungkusannya emang udah lama tergeletak tak berdaya itu malah menciptakan debu yang setebal janggut firaun. Abu-abu pun berterbangan dimana-mana. Belom lagi karena kecilnya kios kami itu yang gak sebanding sama jumlah barang yang ada, bikin kios kami itu yang udah semak semakin semak. Kebetulan aku juga sedang puasa (sedang alim-alimnya) jadi gak ada niat buat bawa barang-barang itu pulang untuk dimasak, entah itu di goreng, ditumis, ataupun buat sehat di rebus dengan sayur-sayuran.
                Ditengah ritual pembersihan eh pembongkaran mamak aku nyuruh aku buat ambil kayu dirumah buat sesuatu keperluan di kios (aku bingung gimana buat nyeritain keperluan itu, jadi gak papa ya). Aku pun pulang dengan seorang pekerja mamak aku namanya si Iwan. Sekembalinya aku dari rumah aku terkejut alang bukan kepalang seperti laki-laki lajang di cegat bencong mupeng. Aku shock berat demi ngelihat bentuk kios yang kutinggalin saat ngambil kayu di rumah. Padahal aku ninggalinya cuma 30 menit-an, tapi   berantakannya bikin kepala sempoyongan. Rupanya adek aku itu adalah anak yang patuh pada perintah orang tua, dia total ngebongkar barang-barang yang udah lama kesimpan dan tidak laku terjual. di kios kami. Walhasil kios kami penuh dengan barang lama yang udah berabu, ada yang tapaknya belepasan, malahan ada beberapa sandal yang di gigitin tikus (tikus itu beneran rakus ya). Bagi yang sodaraan sama tikus : “Woii… sodara kelen tolong kasi makan napa..!?”.
                Aku gak tahu mau mulai ngeberesin lagi darimana, otak aku udah stuck. Alhasil aku mengistirahatkan otak beserta jiwa dan raga aku. Dan setelah  aku bisa nerima keadaan kios kami dengan lapang dada, aku pun turut ngebantuin mereka buat bersihkan kios kami itu lagi (Isss.. kuku aku jadi jorok deh, padahal baru di kutek tadi deh di salon. Hooeekk….!!). Selang beberapa jam kemudian kios kami itu udah agak mendingan, gak  beres dan bersih seluruhnya sih, soalnya udah larut, adek aku udah kecapekan. Kalo dia kayak ultraman yang ada  lampunya mungkin lampunya udah kerlap-kerlip *ttiitiittiiitttiii* ( itu suara lampu ultraman, jangan pikiran jorok dulu ).  Dan kelanjutan dari prosesi ritual pembersihan itu dilanjutkan oleh si Iwan tadi.
                Ditengah keletihan saat beristirahat dari pembongkaran itu. Entah dari mana asalnya tiba-tiba suara hati aku bilang : Beginilah kalau hati manusia di bersihkan cuma setahun sekali. Kita bakalan nemuin segala macam keburukan dimasa lalu yang gak sempat atau malahan  kita gak mau buat di bersihkan , hati kita bakalan diinggapin “kotoran-kotoran”  yang buat hati kita jadi semakin kotor dan  busuk. Belum lagi cobaan saat kita mau ngebersihkan hati kita mulai dari rasa malas, rasa enggan atau malahan kita udah terbiasa dengan busuknya hati kita itu.
                Tapi tak apalah, toh setelah bersusah payah membersihkan hati kita itu, hati kita tersebut bakalan bersih dari “kotoran-kotoran” yang udah lama nempel di hati. Dan kita pun saat ngejalanin hidup baklan lebih nyaman ngejalaninnya dengan kebersihan dan kerapihan hati kita tersebut. Tinggal selanjutnya gimana supaya kita ngebersihan hati kita itu secara rutin. Daripada orang yang sama sekali gak pernah ngebersihin hatinya.. Bukan kah bersih di dalam lebih baik daripada bersih diluar, karena secara tidak langsung keberihan hati bakalan ngebawa kebersihan diri. Jadinya bersih hati dan diri.
                Emang bulan Ramadhan adalah bulan yang baik,amal ibadah kita bakalan dilipat gandakan Oleh Allah swt. tapi  kalau cuma di bulan Ramadhan aja kita melakukan amal baik itu sama aja bohong kan..!?. Semoga bermanfaat bagi orang yang nyasar ke blog saya dan baca tulisan saya ini.
Catatan :
–           Aku baru tahu sekarang kenapa koruptor sering disebut tikus
–          Patuh terhadap orang tua bikin capek juga ya.
–          Yang sodaraan sama tikus, tolong jaga saudara kalian baik-baik, jangan sampe aku silap.
Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: