Belajar dari “9 Matahari”


Selesai khatam novel 9 Matahari dan akhirnya aku bisa ngupil dengan tenang. Sebenarnya novel bersampul merah ini udah lama aku beli hampir dua tahun yang lalu. Tapi buku itu dipinjam oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan meninggalkannya di warnet saudara aku bukan malah mengembalikannya ke rumah aku. Aku yang punya penyakit lupa yang akut malah ngebiarin tuh novel disana  (kasian tuh novel).

Dan sekarang aku udah selesai bacanya dan alhamdulillah aku gak rugi beli terus ngebaca novel ini. Seenggaknya novel ini bantu aku buat ngobatin kegalauan hati yang melanda belakangan ini (esseehhh…. lanjot kawan..!!).  Tapi serius novel ini memang bantu buat ngangkat semangat aku lagi buat ngangkatin kepala aku dan natap kedepan lagi. Karena hidup masih aku masih panjang dan aku pun masih muda.

Oke kemabali ke novel

Novel yang bersampul merah dengan tulisan judul 9 Matahari yang ditulis ditengah-tengah ini dilahirkan oleh mbak-mbak yang bernama Yuli Anita atau yang lebih dikenal dengan nama Adenita dan yang jelas wajah mbak-mbak ini manis. Dibagian belakang novel ini ada fotonya jadinya aku tau kalau mbak adenita ini emang manis (hushh…!!  fokus awil ).

Novel ini bercerita tentang semangat seorang perempuan yang bernama Matari Anas atau Tari yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah, tapi sebagaimana masyarakat Indonesia kebanyakan yang hidup serba pas-pasan Tari terbentur di masalah keuangan.

Tari tidak putus asa ia mempunyai cara yang ekstrem kalau gak mau dibilang nekat bahkan gila. Ide gilanya adalah untuk biaya awal ia kuliah yaitu dengan cara meminjam uang kepada saudara-saudaranya  yang notabene kehidupan ekonomi gak jauh lebih baik dari keluarganya. Dengan dibantu kakaknya ia pun mulai mendatangi satu persatu saudara mereka yang menurut Tari memiliki uang lebih yang bisa dipinjam kan untuk menggapai cita-citanya itu.

Uang (pinjaman) untuk biaya awal yang hanya cukup untuk biaya awal perkuliahannya saja pun telah terkumpul. Dan cerita seorang Matari Anas yang memiliki semangat untuk melanjutkan cita-citanya pun dimulai. Seorang wanita  yang cuma mengandalkan uang pinjaman dari saudaranya itu pun melewati hari-hari yang ternyata diluar dugaannya dan tentu saja denga pinjaman yang jumlahnya semakin besar. Tapi ia gak patah semangat untuk melanjutkan cita-citanya, karena ternnyata modal yang ia punya bukan cuma uang pinjaman dari saudaranya tapi juga keyakinan, semangat, impian dan tentu saja doa-doa dari keluarga yang menyayanginya.

Novel Yang Layak Baca Buat Aku

Selain ada banyak kata-kata sanjungan dari orang-orang hebat semacam Seto Mulyadi , Effendi Ghazali, Shanaz Haque dll. Buku ini juga seperti ngasi tau ke aku sebagai pembaca bahwa impian itu apapun modelnya (yang dalam kasus ini adalah ilmu) diciptain Tuhan buat digapai walaupun dengan cara yang gak masuk akal dan terkesan nekat bahkan gila seperti ber-utang 

Karena sebagai manusia yang barusan hilang semangat  buku ini patut dijadiin koleksi dan masuk daftar teratas di rak buku.

Advertisements
Tagged ,

2 thoughts on “Belajar dari “9 Matahari”

  1. takhir yusuf hanafi (facebook) says:

    buku 9 matahari cukup insprirasi bagi orang yg gak putus asa mengejar ilmu hingga perguruan tinggi. Bacaan wajib untuk dibaca

    FB: takhir yusuf hanafi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: