Tag Archives: galau

Jalanan

Mataku jelalatan memandangi tumpukan-tumpukan novel di rak-rak toko buku ini. Aku terpukau begitu banyak khayalan-khayalan manusia yang di tawarkan disini, aku cemburu. Khayalanku sendiri hanya mampu terapung sebentar dalam tempurung kepala kecilku kemudian seketika menguap entah kenapa, sepertinya khayalku gak mampu aku ubah menjadi deretan-deretan kata seperti mereka.
Pilihannya begitu sulit tere-liye, benzbara, dee, andrea hirata, beberapa novel terjemahan, aku terpekur merenung memilih memegang-memegang mereka, membaca sinopsis, dan daftar harga juga turut kupikirkan. Novel-novel yang menggambarkan penulis wanita jelita kuabaikan, walaupun tulisannya bagus tapi mereka seperti menjual wajah manis mereka, aku gak suka.
Pilihan ku jatuh pada tere-liye dengan burliannya dan benzbara dengan kata hatinya. Aku gak tahu jelasnya kenapa aku memilih keduanya yang jelas keduanya mampu menerangkan maksud kahyalannya dalam deretan kalimat manis. Jika aku gak suka ceritanya mungkin aku bisa belajar bagaimana mereka menulis maksud dari khayalan mereka dengan manis.
Keluar dari toko buku ini sengatan matahari memanaskan tubuhku membuat kulit harus terpaksa menyesuaikan dengan suhu kota ini yang seperti sedang mengamuk karena manusianya seerti tak tahu diri menumpang diatasnya. Jalanan pun menjadi lahan penghitam kulit, penaik emosi, dan juga penutur kemarahan kota.
Tujuan ku bukanlah pulang, rumah bukan lah tempat yang kuidam-idamkan untuk mendinginkan malahan bisa jadi emosi ku menjadi lebih panas dari suhu di luar. Aku memilih untuk duduk di sebuah cafe lemon tea ice dan dilanjutin sama kopi hitam adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu ku hingga sore beserta suntukku hingga habis.
Sudah gelas kedua dan hari hampir gelap aku juga belum bisa mengerti kenapa aku sekarang ini, semalam,  beberapa hari yang lalu, beberapa minggu yang lalu, dan beberapa bulan yang lalu. Kau tahu sayang aku merindukanmu tapi serangan suntuk kali ini bukan karena merindukanmu. Kau tahu sayang mungkin kau bisa meminta kepada Tuhan untuk menenangkan aku, bukankah kau lebih dekat kepadaNya kini.
Advertisements
Tagged , ,

Sampai di Ujung Jalan

Kekasih..

Bukankah tangan kita telah menggenggam, tapi kenapa mulut kita masih saja bergumam menyulut tengkar. Walaupun setelah itu kita akan berjabatan melupakan, tapi apakah kau tidak bosan sayang, yang sesekali bermusuhan karena ego lebih di kedepankan. Aku muak sayang biarkan saja tangan yang menggenggam ini hanya bertugas menggenggam tanganmu jangan karena bermaafan, aku letih untuk itu.
Kekasih
Bukankah hati kita telah bertautan, kenapa akal kita masih adu hantam mementingkan prinsip. Walaupun kelak kan berdamai saling membuat senyum, tapi apakah kau tidak jenuh sayang, yang sesekali beradu argumen karena mengutamakan faham. Aku lelah sayang biarkan hati kita saja yang bertautan kesampingkan saja akal dengan prinsip-prinsipnya, bukankah kita setuju cinta itu tentang hati bukan ranah akal untuk membahasnya.
Kekasih
Kita sama-sama telah sepakat untuk melangkah kaki di jalur jalan yang sama, ujung jalannya memang tak tampak jaraknya sangat jauh mungkin kaki-kaki kita akan letih di tengah jalan. Tapi kita tak kan saling meninggalkan kan ?. Memang tak ada kuikrarkan janji seperti itu dan kau juga tak pernah mengikrarkannya, tapi bukankah kesepakatan kita adalah sama-sama sampai di ujung jalan itu. Bukan hanya kau bukan juga hanya aku, kita berdua.Kekasih aku bosan bertengkar karena hati yang berseberangan paham. Dan demi hati yang saling bertautan biarkan aku menggenggam tanganmu sampai di ujung jalan itu. Ya sampai diujung jalan itu.

Tagged , , , , , ,

(Lagi2 ) Putus dan Galau. Move On Gak Pernah Sesulit Ini

Dari sore sampai malam aku sendirian di sebuah cafe kecil di jalan AR Hakim, entah kenapa hati aku yang gundah gulana, berantakan, dan galau milih memberhentikan shogi kemari, mungkin karena bersebelahan dengan galon Pertamina jadi kalau aku semakin parah galaunya aku bisa lari ke sebelah dan bakar cafe ini. Aku sendirian disini bukan karena gak mau ngajak kawan tapi lebih pengen nenangin hati. Continue reading

Tagged , , , , , ,